EKSPEDISI BROMO
By: enk
minuscula
Saya terbangun karena merasakan udara yang sangat dingin, Teman
yang duduk di samping saya pun
terbangun, ternyata kami sudah sampai di
gerbang pertama untuk masuk ke kawasan bromo. rupanya Selama perjalanan
saya tertidur, kami berangkat dari Pare sekitar pukul 10.00 dan sampai sekitar
jam 02.00 WIB.Udara yang sangat dingin menusuk kulit hingga terasa ke tulang.
Jaket tebal yang saya gunakan pun sampai tembus saking dinginnya. Kami pun
turun dari mobil dan ganti kendaraan menggunakan pick up, ga kebayang deh udah
dingin pake mobil bak terbuka lagi. Dalam gelapnya malam mobil yang kami tumpangi berjalan menelusuri
liku-liku pegunungan. Sekitar 45 menit
kemudian kami telah sampai di view point.
Ternyata disana banyak sekali orang
yang menunggu sunset. Saya tidak pernah membayangkan akan seperti ini, ini
gunung ato pasar??? Sementara menunggu sunset saya dan teman teman take picture sambil menghangatkan badan
di perapian.
Akhirnya moment yang di tunggu-tunggu tiba. Langit di ufuk timur
mulai kemerah merahan. Saya melihat jam di Hp, menunjukkan pikul 05.00. Puncak
bromo mulai tampak, akan tetapi bagian kawah masih terselimuti kabut, setelah cukup lama menikmati sunset
kami memutuskan untuk turun ke daerah kawah.
Jalan menuju kawah
menurut saya DANGER, tanjakan dan tikungan tajam serta berbatu menghiasi jalan jadi harus menggunakan kendaraan yang biasa
melewati jalan yang seperti itu dan sopirnya pun harus ahli, ketegangan dalam perjalanan terbayar
oleh panorama sekeliling yang begitu menakjubkan.
Daerah kawah
pun sangat ramai pengungjung, kebetulan pada saat itu sedang ada upacara agama Hindu
di pura yang ada di dekat kawah sehingga suasana pun bertambah ramai. Untuk
mencapai kawah pengunjung harus berjalan mendaki gunung, ada tangga yang dibuat intuk
memudahkan pengunjng sampai di puncak, bagi anda yang tidak sanggu berjalan
kaki tidak perlu kawatir karena banyak sekali kuda yang disewakan untuk
mengangkut penumpang, sehingga anda tidak perlu bersusah payah untuk mendaki.
Harga sewa kudanya pun bervariasi mulai dari 20 ribuan sampai seratus ribuan,
tergantung jarak menunggang kuda.


Saya kaget ketika sampai di top, yah karena begitu sampai di
atas anda akan melihat pemandangan yang menakjubkan dan mengerikan. Menakjubkan
melihat hamparan gurun pasir yang sangat luas dan background pegunungan yang
hijau, mengerikan ketika menghadap ke arah kawah, jika tidak hati-hati berjalan
maka bisa terjatuh ke kawah yang dalam
tanpa ada penghalang dan dibawahnya berisi air.
Biarpun demikian tidak mengurangi jumlah pengunjung untuk naik ke
puncak. Setelah cukup puas menikmati bormo kami memutuskan untuk pulang, karena
sudah mendung. Curah hujan di daerah bomo cukup tinggi, jika hari sudah mulai
agak sore maka akan turun hujan, untuk menghindari hujan kami cepat –cepat
pulang. Bagi para pecinta alam dapat mendaki melalui jalur yang sudah ada
maupun membuat jalur sendiri,, di jamin asikkk deh,,,,











