Selasa, 15 Mei 2012


EKSPEDISI BROMO
By: enk minuscula
Saya terbangun karena merasakan udara yang sangat dingin, Teman yang  duduk di samping saya pun terbangun, ternyata kami sudah sampai di  gerbang pertama untuk masuk ke kawasan bromo. rupanya Selama perjalanan saya tertidur, kami berangkat dari Pare sekitar pukul 10.00 dan sampai sekitar jam 02.00 WIB.Udara yang sangat dingin menusuk kulit hingga terasa ke tulang. Jaket tebal yang saya gunakan pun sampai tembus saking dinginnya. Kami pun turun dari mobil dan ganti kendaraan menggunakan pick up, ga kebayang deh udah dingin pake mobil bak terbuka lagi. Dalam gelapnya malam  mobil yang kami tumpangi berjalan menelusuri liku-liku  pegunungan. Sekitar 45 menit kemudian kami telah sampai di view point. 
Ternyata disana banyak sekali orang yang menunggu sunset. Saya tidak pernah membayangkan akan seperti ini, ini gunung ato pasar??? Sementara menunggu sunset saya dan teman  teman take picture sambil menghangatkan badan di perapian. 
Akhirnya moment yang di tunggu-tunggu tiba. Langit di ufuk timur mulai kemerah merahan. Saya melihat jam di Hp, menunjukkan pikul 05.00. Puncak bromo mulai tampak, akan tetapi bagian kawah masih terselimuti  kabut, setelah cukup lama menikmati sunset kami memutuskan untuk turun ke daerah kawah.
 Jalan menuju kawah menurut saya DANGER, tanjakan dan tikungan tajam serta  berbatu menghiasi  jalan jadi harus menggunakan kendaraan yang biasa melewati jalan yang seperti itu dan sopirnya pun  harus ahli, ketegangan dalam perjalanan terbayar oleh panorama sekeliling yang begitu menakjubkan. 
Daerah kawah pun sangat ramai pengungjung, kebetulan pada saat itu sedang ada upacara agama Hindu di pura yang ada di dekat kawah sehingga suasana pun bertambah ramai. Untuk mencapai kawah pengunjung harus berjalan mendaki  gunung, ada tangga yang dibuat intuk memudahkan pengunjng sampai di puncak, bagi anda yang tidak sanggu berjalan kaki tidak perlu kawatir karena banyak sekali kuda yang disewakan untuk mengangkut penumpang, sehingga anda tidak perlu bersusah payah untuk mendaki. Harga sewa kudanya pun bervariasi mulai dari 20 ribuan sampai seratus ribuan, tergantung jarak menunggang kuda.


Saya kaget ketika sampai di top, yah karena begitu sampai di atas anda akan melihat pemandangan yang menakjubkan dan mengerikan. Menakjubkan melihat hamparan gurun pasir yang sangat luas dan background pegunungan yang hijau, mengerikan ketika menghadap ke arah kawah, jika tidak hati-hati berjalan maka bisa terjatuh ke  kawah yang dalam tanpa ada penghalang dan dibawahnya berisi air.  Biarpun demikian tidak mengurangi jumlah pengunjung untuk naik ke puncak. Setelah cukup puas menikmati bormo kami memutuskan untuk pulang, karena sudah mendung. Curah hujan di daerah bomo cukup tinggi, jika hari sudah mulai agak sore maka akan turun hujan, untuk menghindari hujan kami cepat –cepat pulang. Bagi para pecinta alam dapat mendaki melalui jalur yang sudah ada maupun membuat jalur sendiri,, di jamin asikkk deh,,,,





Rabu, 09 Mei 2012


Panorama ‘NUSAKAMBANGAN
By : Enk minuscula
What’s on your mind if you hear about nusakambangan??????????
JAIL  !!!!!!,, or  terrible place,,
Tapi dibalik semua itu ada sisi lain dari daerah ini yang menakjubkan,, disini kita bisa berlibur menikmati indahnya pemandangan alam. Ada  benteng portugis, pantai pasir putih, hutan hujan tropis yang masih alami dan terjaga.
Perlajanan saya dan teman-teman menuju nusakambangan berawal dari Cilacap, kami naik perahu dari Kalipanas, kemudian perahu menyusuri muara sungai Donan sambil menikmati pemandangan berupa pabrik pabrik minyak maupun semen serta kapal kapal tanker yang ukurannya gede banget, dan akhirnya bertolak ke nusakambangan. Begitu pertama kali mendarat di nusakambangan kami langsung menuju gerbang masuk dan membayar tiket, harga tiket tidak lebih dari 5 ribu rupiah.
Target pertama kami yaitu menuju Benteng Portugis, untuk menuju tempat ini kami melewati hutan yang lebat, suara burung hutan dan hewan lainnya bersahut-sahutan, sehingga merasa seolah-olah sedang berada di hutan amazone,, wuihhhhh,, emang agak mengerikan seh kalo jalan sendiri, konon katanya disini masih ada harimau,,,, tapi tenang tidak perlu takut, karena cukup banyak pengunjung dan jika anda tersesat ada tim SAR yang siap mencari.
 Setelah berjalan kira-kira 15 menit akhirnya kami sampai juga di benteng portugis. Di benteng ini ada terowongan bawah tanah dan jika anda ingin masuk harus bersama pemandu agar tidak tersesat. Benteng portugis ini di bangun pada masa penjajahan, ketika portugis pertama kali datang ke indonesia untuk mencari rempah-rempah, benteng ini mengahadap kearah laut, fungsinya yaitu agar memudahkan pengintaian karena biasanya musuh datang dari arah laut.   Setelah puas melihat-lihat benteng dan take picture kami memutuskan untuk  menuju pantai. Sebenarnya masih ada benteng lain yang lokasinya berbeda dari benteng pertama, agak lebih masuk hutan lagi, tetapi kami tidak mengunjunginya karena teman-teman saya sudah merasa lelah.

 Kami pun menuju pantai pasir putih. Sesuai namanya pasir di pantai ini berwarna putih dengan ombak yang tidak terlalu besar, cukup aman jika ingin mandi dipantai. Kami pun menikmati lunch di pantai ini. Setelah cukup main2 dan tidak lupa take picture, kamipun memutuskan untuk pulang. NICE TRIP,,, anda bisa memasukkan Nusakambangan kedalam daftar tempat wisata anda,,,