Kaligua merupakan daerah
perkebunan teh yang berlokasi di kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pemandangan
alam didaerah ini sungguh menakjubkan, hijaunya bukit kebun teh dengan udara
yang dingin memberikan suasana yang fres. Bagi anda yang menyukai olahraga
sepeda gunung tempat ini cocok sebagai track yang menantang, karena jalannya
berbatu dan berliku-liku naik turun bukit. Untuk sampai di daerah ini
membutuhkan waktu sekitar kurang lebih 2 jam dari kota purwokerto. Sebelum
sampai di daerah wisata argo kebun teh Kaligua
pengunjung akan melewati daerah pertanian sayuran, hutan pinus dan
telaga Renjeng. Telaga renjeng ini
dianggap keramat oleh penduduk sekitar, dipercayai memiliki penunggu yaitu ikan
lele yang berukuran sangat besar. Di kolam ini banyak sekali terdapat ikan, dan
tidak ada seorang pun yang berani memancing ikan di sana.
Selain menikmati pemandangan
alam pengunjung dapat menikmati outbond,
karena disini disediakan fasilitas outbond seperti flying fox, camping area,
hand boat, kolam renang menyusuri goa jepang sepanjang 850 m, sumber air abadi Paseban
yang di anggap keramat dan masih banyak lagi yang lainnya.
Jadi,,,,,, bagi anda
yang bosan dengan kebisingan kota dan suka tantangan, Kaligua bisa menjadi
refrensi tempat hangout yang asik, dijamin seru,,,,!!!!!!!!
Selasa, 10 April 2012
sponge
enk minuscula
Porifera (Latin: porus
= pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah
sebuah filum untuk hewan multiseluler
yang paling sederhana.
·tubuh porifera
asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
·berbentuk
seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
·memiliki tiga
tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
·pencernaan
secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit
Struktur Tubuh Porifera dan Fungsinya
Porifera hidup secara heterotrof, makanannya adalah bakteri dan plankton. Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai
jalan masuknya air yang membawa makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada
koanosit, zat-zat makanan tadi akan ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit
atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh sel amoebosit, maka sari-sari
makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang sudah tidak mengandung
zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan di keluarkan dari sel
amoeboid dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada.
Reproduksi Porifera
Porifera
bereproduksi melalui dua cara, yaitu secara generatif ataupun secara vegetatif.
Reproduksi generatif, yaitu dengan sel-sel kelamin yang dihasilkan oleh sel
amoeboid. Porifera termasuk hewan monoesius atau hermafrodit karena dalam satu
tubuh bisa menghasilkan dua sel kelamin sekaligus. Reproduksi vegetatif dengan
pembentukan tunas ataupun kuncup. Ketika kuncup atau tunas-tunas tersebut lepas
akan tumbuh menjadi individu baru. Apabila Porifera berada dalam lingkungan
yang kering, maka akan membentuk gemmule atau kuncup dalam yang nantinya juga
bisa tumbuh menjadi individu baru.
Klasifikasi Porifera
Berdasarkan bahan
penyusun rangka tubuh, Porifera diklasifikasikan menjadi:
Calcarea, merupakan kelas Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari
spikula yang spongin (dari senyawa protein) tersusun atas zat kapur,
contohnya adalah Grantia dan Scypa.
Hexactinellida, merupakan Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari
spikula, contohnya adalah Eupectella.
Demospongia, merupakan Porifera yang spikulanya berasal dari campuran
zat kapur atau silikat, contohnya adalah Euspongia , Spongilla.
Habitat serta Aspek Ekologi sponge
Sebagian besar
sponge hidup di laut yaitu kira-kira 5000 spesies, sedangkan sponge hidup
diperairan tawar kira-kira hanya 150 spesies, Hewan sponge umumnya menempel
pada substrat dasar pantai yang berupa bebatuan, cangkang, koral dari karang.
Pada umumnya sponge yang hidup di air laut, tersebar dari perairan pantai yang
dangkall hingga daerah kedalaman 3,5 mil. Sebarannya sangat luas, dapat
ditemukan di daerah tropis sampai daerah kutub
Sponge
merupakan salah satu biota penyusun terumbu karang, yang mempunyai potensi
senyawa bioaktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan
senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Ekstrak metabolit dari
sponge banyak mengandung senyawa bioaktif yang diketahui mempunyai sifat
seperti : antivirus, antikanker, antiparasit, sitotoksik dan antitumor, anti
HIV, antiinflamasi dan antifungi, antileukimia, penghambat aktifitas enzim,
antibakteri , antioksidan. Selain berperan sebagai sumber obat-obatan sponge
juga memiliki banyak manfaat yang lain yaitu dari segi ekologi dan ekonomi.
Dari segi ekologi sponge digunakan sebagai indikator biologi pencemaran air
laut dan sebagai tempat hidup ikan
maupun biota lainnya disela-sela terumbu karang. Sedangkan dari segi ekonomi,
sponge digunakan sebagai spons penggosok, dijadikan bahan kerajinan (vas bunga,
dan lain-lain).