Selasa, 10 April 2012

 sponge

enk minuscula

Porifera (Latin: porus = pori,fer = membawa) atau spons atau hewan berpori adalah sebuah filum untuk hewan multiseluler yang paling sederhana.
Ciri-ciri morfologi dan anatominya antara lain:
·  tubuhnya berpori (ostium)
·  tubuh porifera asimetri (tidak beraturan), meskipun ada yang simetri radial.
·  berbentuk seperti tabung, vas bunga, mangkuk, atau tumbuhan
·  memiliki tiga tipe saluran air, yaitu askonoid, sikonoid, dan leukonoid
·  pencernaan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit
  •   Struktur Tubuh Porifera dan Fungsinya
Porifera hidup secara heterotrof, makanannya adalah bakteri dan plankton. Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai jalan masuknya air yang membawa makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada koanosit, zat-zat makanan tadi akan ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh sel amoebosit, maka sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang sudah tidak mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan di keluarkan dari sel amoeboid dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada.
  •   Reproduksi Porifera
Porifera bereproduksi melalui dua cara, yaitu secara generatif ataupun secara vegetatif. Reproduksi generatif, yaitu dengan sel-sel kelamin yang dihasilkan oleh sel amoeboid. Porifera termasuk hewan monoesius atau hermafrodit karena dalam satu tubuh bisa menghasilkan dua sel kelamin sekaligus. Reproduksi vegetatif dengan pembentukan tunas ataupun kuncup. Ketika kuncup atau tunas-tunas tersebut lepas akan tumbuh menjadi individu baru. Apabila Porifera berada dalam lingkungan yang kering, maka akan membentuk gemmule atau kuncup dalam yang nantinya juga bisa tumbuh menjadi individu baru.
  •   Klasifikasi Porifera
Berdasarkan bahan penyusun rangka tubuh, Porifera diklasifikasikan menjadi:
  1. Calcarea, merupakan kelas Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari spikula yang spongin (dari senyawa protein) tersusun atas zat kapur, contohnya adalah Grantia dan Scypa.
  2. Hexactinellida, merupakan Porifera yang rangka tubuhnya terdiri dari spikula, contohnya adalah Eupectella.
  3. Demospongia, merupakan Porifera yang spikulanya berasal dari campuran zat kapur atau silikat, contohnya adalah Euspongia , Spongilla.
  •    Habitat  serta Aspek Ekologi sponge
Sebagian besar sponge hidup di laut yaitu kira-kira 5000 spesies, sedangkan sponge hidup diperairan tawar kira-kira hanya 150 spesies, Hewan sponge umumnya menempel pada substrat dasar pantai yang berupa bebatuan, cangkang, koral dari karang. Pada umumnya sponge yang hidup di air laut, tersebar dari perairan pantai yang dangkall hingga daerah kedalaman 3,5 mil. Sebarannya sangat luas, dapat ditemukan di daerah tropis sampai daerah kutub

Sponge merupakan salah satu biota penyusun terumbu karang, yang mempunyai potensi senyawa bioaktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Ekstrak metabolit dari sponge banyak mengandung senyawa bioaktif yang diketahui mempunyai sifat seperti : antivirus, antikanker, antiparasit, sitotoksik dan antitumor, anti HIV, antiinflamasi dan antifungi, antileukimia, penghambat aktifitas enzim, antibakteri , antioksidan. Selain berperan sebagai sumber obat-obatan sponge juga memiliki banyak manfaat yang lain yaitu dari segi ekologi dan ekonomi. Dari segi ekologi sponge digunakan sebagai indikator biologi pencemaran air laut  dan sebagai tempat hidup ikan maupun biota lainnya disela-sela terumbu karang. Sedangkan dari segi ekonomi, sponge digunakan sebagai spons penggosok, dijadikan bahan kerajinan (vas bunga, dan lain-lain).
created by : Enk-Na
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar